Kamis, 10 Mei 2012

Warga Masih Malu Laporkan Keracunan Makanan

BANJARNEGARA,  - Angka keracunan makanan di Kabupaten Banjarnegara pada 2012 ini masih tinggi. Hingga April, setidaknya terjadi 22 kasus keracunan makanan yang dilaporkan ke Dinas Kesehatan Bankarnegara. Namun pemerintah setempat menduga, jumlah yang terjadi sebenarnya jauh lebih besar daripada yang dilaporkan.
Bupati Banjarnegara, Sutedjo Slamet Utomo, Kamis (10/5/2012) ini, mengatakan, berdasarkan data Dinas Kesehatan terjadi 7 kasus keracunan makanan pada tahun 2010 dengan korban 77 orang. Pada tahun 2012 hingga April, telah terjadi 16 kasus dengan korban 22 orang.
"Rendahnya angka KLB keracunan makanan disebabkan minimnya laporan ke Dinas Kesehatan. Mungkin warga malu untuk melapor, kalau mereka keracunan makanan," ujar Sutedjo.
Menurut dia, masyarakat seringkali tidak berobat ke puskesmas kala sakit perut akibat keracunan makanan, karena menganggapnya penyakit ringan. Padahal laporan tersebut sangat penting untuk mengetahui status keamanan pangan, sehingga tidak ada investigasi keracunan pangan dan penanggulangannya.
Sutedjo menambahkan keamanan pangan menjadi hal yang penting, seiring dengan meningkatnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keamanan pangan, serta tuntutan perdagangan internasional tanpa mempunyai reputasi dan regulasi yang baik dengan keamanan pangannya.
"Keamanan pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran kimia, cemaran biologis, dan benda lain yang merugikan serta membahayakan kesehatan manusia. Kondisi dan upaya tersebut, baik pada pangan segar maupun pangan olahan," kata Sutedjo.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...