Sukhoi Superjet 100 saat mengikuti Paris Air
Show ke 48 di bandara Le Bourget dekat Paris, dalam arsip foto 17 Juni
2009. (REUTERS/Benoit Tessier/File
Jakarta (ANTARA News) - Tim komisi investigasi Sukhoi dari Rusia
dijadwalkan tiba di Jakarta pada Kamis malam, untuk selanjutnya
melakukan penyelidikan tentang penyebab kecelakaan pesawat angkut sipil
Sukhoi Superjet 100 (SSJ-100) di kawasan Gunung Salak, Bogor.
"Kami masih menunggu tim investigasi dari perusahaan penerbangan Sukhoi yang rencananya sampai di Jakarta malam ini," kata Atase Pers Kedutaan Besar Rusia di Jakarta, Dmitry Solodov, ketika dihubungi ANTARA, Kamis.
Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev, Rabu (9/5), telah membentuk tim komisi khusus untuk menyelidiki penyebab kecelakaan pesawat SSJ-100 tersebut. Tim itu dipimpin oleh Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rusia, Yury Slyusar serta melibatkan pejabat Kementerian Luar Negeri Rusia dan perusahaan penerbangan Sukhoi.
Dmitry Solodov mengatakan bahwa tim tersebut akan melakukan investigasi mengenai penyebab jatuhnya pesawat yang sedang melakukan demonstrasi penerbangan tersebut.
Perusahaan pesawat tempur militer Sukhoi sedang melakukan promosi pesawat penumpang pertamanya, SSJ-100, di sejumlah negara di Asia Tenggara dan Asia Tengah.
Pesawat tersebut melakukan demonstrasi penerbangan dengan mengundang perwakilan dari Kementerian Perhubungan, perusahaan maskapai penerbangan nasional dan Kedubes Rusia di Jakarta.
Pada saat melakukan demonstrasi penerbangan yang pertama, pesawat yang mampu menampung 98 orang itu tidak mengalami kendala.
Namun saat menjalani demonstrasi kedua, pesawat tersebut mengalami gangguan sinyal sekitar 25 menit usai lepas landas dan jatuh di sekitar kaki Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat.
(F013)
"Kami masih menunggu tim investigasi dari perusahaan penerbangan Sukhoi yang rencananya sampai di Jakarta malam ini," kata Atase Pers Kedutaan Besar Rusia di Jakarta, Dmitry Solodov, ketika dihubungi ANTARA, Kamis.
Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev, Rabu (9/5), telah membentuk tim komisi khusus untuk menyelidiki penyebab kecelakaan pesawat SSJ-100 tersebut. Tim itu dipimpin oleh Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rusia, Yury Slyusar serta melibatkan pejabat Kementerian Luar Negeri Rusia dan perusahaan penerbangan Sukhoi.
Dmitry Solodov mengatakan bahwa tim tersebut akan melakukan investigasi mengenai penyebab jatuhnya pesawat yang sedang melakukan demonstrasi penerbangan tersebut.
Perusahaan pesawat tempur militer Sukhoi sedang melakukan promosi pesawat penumpang pertamanya, SSJ-100, di sejumlah negara di Asia Tenggara dan Asia Tengah.
Pesawat tersebut melakukan demonstrasi penerbangan dengan mengundang perwakilan dari Kementerian Perhubungan, perusahaan maskapai penerbangan nasional dan Kedubes Rusia di Jakarta.
Pada saat melakukan demonstrasi penerbangan yang pertama, pesawat yang mampu menampung 98 orang itu tidak mengalami kendala.
Namun saat menjalani demonstrasi kedua, pesawat tersebut mengalami gangguan sinyal sekitar 25 menit usai lepas landas dan jatuh di sekitar kaki Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat.
(F013)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar